Profil
Lambang
Bentuk lambang STIKes Darussalam Lhokseumawe dan makna yang terkandung pada setiap unsurnya.

STIKes Darussalam Lhokseumawe memiliki lambang berbentuk persegi lima dengan lambang palang merah di tengah, padi di kiri dan kapas di kanan. Di bawahnya terdapat buku dan pita emas yang ditopang oleh rencong, dan di dalamnya terdapat tulisan melingkar dengan warna dasar hijau, yaitu Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Darussalam Lhokseumawe.
Makna setiap unsur
- 1 Persegi lima
- Melambangkan Pancasila, asas negara yang menjadi pedoman bagi segala usaha serta kegiatan institusi, diarahkan pada kepentingan negara, bangsa, dan agama.
- 2 Palang merah
- Melambangkan bendera negara Swiss, negara pertama yang mendirikan organisasi kemanusiaan di dunia. Swiss juga dikenal netral saat perang dunia berlangsung: korban dari pihak manapun tetap ditolong.
- 3 Padi dan kapas
- Menunjukkan cita-cita tercukupinya kebutuhan pangan, sandang, dan kebutuhan sekunder lainnya secara merata bagi setiap masyarakat, atau dengan istilah lain masyarakat yang bahagia, makmur, dan sejahtera.
- 4 Buku
- Melambangkan bahan bacaan, yaitu sumber ilmu bagi kita selama menempuh pendidikan.
- 5 Pita emas
- Melambangkan kesuksesan yang diraih oleh STIKes Darussalam Lhokseumawe.
- 6 Rencong
- Melambangkan simbol kejayaan pahlawan Aceh dan merupakan senjata tradisional.
- 7 Warna hijau
- Menunjukkan warna bumi, penyembuhan fisik, kelimpahan, keajaiban, tanaman dan pohon, kesuburan, pertumbuhan, muda, kesuksesan materi, pembaharuan, daya tahan, keseimbangan, ketergantungan, dan persahabatan. Dapat digunakan untuk relaksasi, menetralisir mata, menenangkan pikiran, serta merangsang kreativitas.
Ketentuan lebih lanjut mengenai ukuran lambang STIKes Darussalam Lhokseumawe diatur dengan Peraturan Ketua STIKes Darussalam Lhokseumawe.